Dadar Jagung Teman dikala Hujan
Oleh: Siti Romdiyah
Mulai hari Jumat 30 Oktober 2020 wilayah Wlingi di guyur hujan. Banyak genangan air di sekitar rumah. Suasana dingin juga terus merasuk jiwa. Seolah menginginkan hal yang bisa menghangatkan.
Aku dan keluargaku mulai mencari aktivitas yang bisa menghangatkan tubuh. Ada yang memilih menghangatkan diri dengan bersembunyi di sarungnya dan ada yang sembunyi dalam selimut merahnya.
Melihat anggota keluarga yang kedinginan aku mulai menggerakkan diri. Jiwa keibuan pun muncul. Dengan refleks aku buka kulkas dan kulihat ada jagung manis di dalamnya. Aku mengambilnya dan membawanya ke dapur.
Hatiku bersemangat untuk membuat dadar jagung. Menu kesukaan keluargaku. Mulailah kukumpulkan bahan-bahannya. Diantaranya:
2 buah jagung manis ukuran sedang
3 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1/2 sdt merica bubuk
1 bks tepung sajiku
1 btr telur
3 sdm kelapa parut
2 batang daun bawang
2 batang daun seledri
Secukupnya garam halus
Secukupnya gula halus
Secukupnya air
Secukupnya minyaknya goreng untuk menggoreng
Aku langsung membuat dadar jagung dengan langkah sebagai berikut:
Pertama, menghaluskan jagung, bawang merah, bawang putih, merica bubuk, garam dan gula.
Kedua, menuang adonan dalam mangkuk. Menambahkan tepung sajiku, telur, daun bawang, daun seledri dan air. Kuaduk adonan hingga rata.
Ketiga, mengambil adonan 1 sdm dan menggorengnya dalam minyak panas dengan ukuran api sedang.
Keempat, mengangkat saat dadar jagung berwarna kuning keemasan.
Dan terakhir menghidangkan dadar dengan cabai rawit hijau.
Alhamdulillah, menu camilan sederhana yang kubuat ternyata menyenangkan hati keluargaku. Bangga dan bahagia hatiku saat kulihat betapa mereka menikmati sajian gurih buatanku. Kehangatan jiwa dan romantisme keluarga pun muncul seiring dengan habisnya dadar jagung.
Wlingi, 31 Oktober 2020

إرسال تعليق